bismillahirahmanirrahim…..

Tentang Teman Dan Negriku.

Saya perempuan Indonesia, tak pernah saya ragu untuk mencitai negri ini.

Ada banyak permasalahan disini, pada saat ini. Namun bukan saatnya untuk mencela orang lain.

Saya hanya bisa menulis apa yang saya lihat. Saya 22 tahun, tentu saya masih muda.

Saya menikmati setiap kehidupan muda saya, teman, sekolah dan pekerjaan saya.

Saya hidup dengan jalan-jalan, belanja, juga membaca. Sangat menyenangkan ketika duduk bersama teman-teman, juga sangat menyenangkan melihat banyak orang yang berbeda-beda.

Saya ingin mengatakan saya suka mengamati orang lain, biasanya sesama orang muda.

Setiap saya keluar, ada satu hal yang saya amati dan baru saja saya sadari. Setelah 2 bulan kembali ke Banyuwangi, saya sangat tahu bahwa ada banyak hal disini. Mulai tarian, musik, lagu, berbagai permainan, dan tentu tempat nongkrong yang paling saya minati yaitu Pantai. Saya senang sekali dengan pantai Banyuangi.

Gadis-gadis Banyuwangi cantik-cantik, para cowoknya keren-keren, dan yang penting anak banyuwangi pintar-pintar. Hanya saja, yang menjadi masalah, atau mungkin ini adalah masalah diseluruh negri ini adalah kami tidak menyadari bahwa yang kami miliki lebih baik dari yang mereka miliki dan yang selalu kami dengar, kami lakukan, dan kami gunakan.

Saya melihat, saya merasakan memang kami lebih bangga mendengarkan music atau lagu yang artinya kadang tak kami ketahui.

Kami lebih merasa kenyang ketika makan makanan yang berlemak dan berkolesterol.

Kami lebih percaya diri, ketika sudah mengubah warna rambut menjadi merah atau coklat atau ungu. Padahal saat saya melihat seorang gadis dengan rok selutut berambut hitam tebal, sungguh dia sangat anggun.

Entah apa yang saya dan anak muda lain telah pikirkan selama ini. Saya tertampar dan tersadar setelah merasakan enaknya makanan yang dimasak oleh Ibukq RUJAK SOTO dan RAWON saat ini merekan adalah favoritku.

Entahlah perasaan malu ini sangat besar, berkecamuk dan menamparku.

Tarian gandrung itu sangat indah, cantik dan anggun, lebih kreatif jika dibandingkan dengan REP atau apa yang menari seperti patah-patah itu.

Ayolah kita sedikit saja rubah pola pikir kita, jangan lagi meniru, jangan lagi mengadopsi.

Saya lumayan lama belajar tentang psikologi, kebiasaan itu yang membuat kita hanya bisa mengkonsumsi tidak memproduksi itu yang membuat uang kita habis.

(**ini tulisan pertama saya, gayanya kaku dan mengkritik**)

Posted in general experience | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Blog.com.

This is your first post, produced automatically by Blog.com. You should edit or delete it, and then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment